Launching Richeese GPT: Saat Pecinta Pedas Jatuh Hati pada Menu Non-Spicy yang Cheesy Banget


Launching Richeese GPT: Saat Pecinta Pedas Jatuh Hati pada Menu Non-Spicy yang Cheesy Banget

Ada satu hal yang selalu berhasil bikin aku senyum tanpa alasan: aroma ayam goreng hangat yang berpadu dengan keju. Dan kalau bicara soal kombinasi itu, jujur saja pikiranku langsung tertuju ke Richeese Factory.

Sebagai seseorang yang sudah lama jatuh cinta dengan menu-menu pedasnya yang ikonik, aku termasuk tipe pelanggan yang selalu “naik level” tiap pesan Fire Chicken. Semakin pedas, semakin bahagia. Ditambah lagi saus keju khas Richeese Factory yang creamy dan bold… duh, itu sih paket lengkap buat comfort food.

Makanya, waktu dapat undangan untuk menghadiri launching menu terbaru mereka, aku langsung antusias.

Dan di sinilah ceritaku dimulai.

Dari Pecinta Pedas Garis Keras, Sampai Penasaran Menu Baru

Buat aku pribadi, Richeese Factory itu bukan sekadar tempat makan cepat saji. Ada banyak kenangan di sana: mulai dari makan bareng teman habis kerja, nongkrong sore sambil sharing cerita hidup, sampai jadi “reward” kecil buat diri sendiri setelah hari yang panjang.

Selama ini, Richeese Factory selalu identik dengan rasa pedas yang otentik. Bahkan bisa dibilang, mereka adalah pionir restoran cepat saji dengan saus keju khas di Indonesia. Jadi saat mendengar mereka akan memperkenalkan menu baru yang non-spicy friendly, jujur aku langsung mikir:

“Eh… serius? Richeese Factory tanpa pedas?”

Ternyata, rasa penasaran itu langsung terjawab di acara launching.

Launching Menu Baru: Richeese GPT. Bukan AI, Tapi Garlic Parmesan Temptation

Acara launching yang aku hadiri terasa hangat dan seru. Banyak food enthusiast, media, dan sesama Cheesemate (sebutan untuk pelanggan setia Richeese) berkumpul untuk mencoba langsung inovasi terbaru mereka: Richeese GPT.

Awalnya aku kira ini ada hubungannya dengan teknologi. Tapi ternyata GPT di sini adalah singkatan dari Garlic Parmesan Temptation. sebuah interpretasi kreatif Richeese terhadap tren digital, tapi difokuskan sepenuhnya ke eksplorasi rasa.

Menu ini secara resmi diperkenalkan sebagai Richeese Chicken dengan seasoning Garlic Parmesan, dengan tagline Berani Explore Rasa. Dan ya, ini adalah menu yang benar-benar berbeda dari karakter Richeese Factory selama ini.

First Bite Impression: Crispy, Gurih, Cheesy, dan Wangi Garlic

Begitu sajian pertamaku datang, hal pertama yang aku notice adalah aromanya.

Garlic-nya langsung terasa, bukan yang menusuk, tapi lebih ke wangi lembut yang bikin lapar. Ayamnya terlihat crispy dengan baluran seasoning keju Parmesan yang cukup royal. Saat aku makan bubuk garlic parmesannya sampai belepotan dimulutku. 😆

Pas gigitan pertama?

Aku langsung ngerti kenapa mereka pede banget ngenalin menu ini.

Tekstur ayamnya tetap juicy di dalam, crispy di luar. Seasoning Garlic Parmesan-nya terasa gurih, cheesy, dan punya aroma bawang putih yang bikin nagih. Ini bukan rasa yang “rame”, tapi justru seimbang.

Sebagai pecinta pedas, aku honestly kaget karena ternyata aku bisa menikmati ayam Richeese Factory tanpa sensasi panas di lidah.

Dan buat kamu yang selama ini mundur pelan-pelan tiap diajak makan Richeese karena takut kepedasan, THIS IS YOUR MOMENT.

Menu ini memang dirancang khusus untuk Cheesemate yang tidak menyukai rasa pedas alias Non-Spicy Friendly.

Saat Richeese Factory Memberi Ruang untuk Semua Selera

Yang aku apresiasi dari peluncuran Richeese GPT ini adalah keberanian mereka keluar dari “zona nyaman”.

Selama bertahun-tahun, Richeese Factory dikenal dengan Fire Chicken dan level pedasnya. Tapi lewat Garlic Parmesan ini, mereka seolah bilang:

“Kami tetap jadi Richeese Factory, tapi kami juga mau merangkul kamu yang gak kuat pedas.”

Menurutku, ini langkah yang manis. Karena akhirnya Richeese Factory jadi tempat makan yang lebih inklusif. Mau kamu tim pedas, tim keju, atau tim aman di lidah, semua kebagian.

Buat Aku Pribadi, Ini Jadi ‘Safe Menu’ Baru (Plus Harganya Ramah)

Walaupun aku masih cinta mati sama menu pedas mereka, Richeese GPT ini langsung masuk daftar favorit.

Kenapa?

Karena sekarang aku punya opsi saat lagi pengen makan Richeese Factory tapi kondisi lidah lagi pengen “istirahat”. Atau saat ngajak teman atau keluarga yang gak tahan pedas. Akhirnya kami bisa makan bareng tanpa drama.

Sebagai pecinta keju, aku juga suka banget karakter Parmesan-nya yang beda dari saus keju klasik Richeese Factory. Lebih mature, lebih gurih, dan cocok banget dipadu sama ayam crispy.

Dan yang bikin makin happy:

menu Richeese GPT ini sudah bisa dinikmati mulai dari Rp22.000 (tergantung paket dan pilihan).

Menurutku ini cukup affordable untuk ayam crispy dengan seasoning Garlic Parmesan yang rasanya seriusan nagih.

Ini tipe menu yang:

✔ Aman buat semua umur

✔ Cocok buat first timer Richeese Factory

✔ Tetap satisfying buat pecinta keju

✔ Gak bikin keringetan 😄

✔ Dan ramah di kantong

Sudah Bisa Dinikmati di Seluruh Resto Richeese Factory

Kabar baiknya, kamu gak perlu nunggu lama atau jauh-jauh ke lokasi launching.

Menu Richeese Chicken dengan Garlic Parmesan (Richeese GPT) ini sudah bisa dinikmati di seluruh resto Richeese Factory di Indonesia. Baik lewat dine-in, take away, drive-thru, maupun aplikasi pemesanan online.

Tinggal pilih cara paling nyaman buat kamu.

Penutup: Richeese Factory Tetap di Hati, Sekarang dengan Rasa yang Lebih Luas

Pulang dari acara launching itu, aku sadar satu hal:

Richeese Factory bukan cuma soal pedas. Mereka berkembang, mendengar pelanggan, dan berani bereksperimen tanpa kehilangan identitas.

Sebagai salah satu pencinta Richeese Factory dari dulu, aku senang melihat brand favoritku terus berinovasi. Dari Fire Chicken yang membakar semangat, sampai Richeese GPT yang memanjakan lidah dengan garlic parmesan yang comforting.

Kalau kamu selama ini merasa Richeese Factory “bukan kamu banget” karena terlalu pedas. Mungkin sekarang saatnya kasih kesempatan kedua.

Dan buat sesama pecinta keju seperti aku… siap-siap jatuh cinta lagi.

Karena kadang, eksplor rasa memang perlu.

Dan Richeese GPT adalah bukti bahwa keluar dari kebiasaan bisa terasa seenak ini.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *