Berpetualang Rasa di 7 Spot Kuliner Legendaris Kuala Lumpur 11


Kata “makan” adalah hal sakral di Malaysia, sehingga gak heran jika berbagai kuliner di sana disajikan dengan begitu prima, baik dari tampilan visual, kualitas rasa, bahkan sensasi pada saat menyantapnya.

Tidak hanya di Penang dan Ipoh saja yang terkenal akan kualitas makanan lezatnya, di ibukota Kuala Lumpur, kamu juga bisa menemukan sederet kuliner menarik yang mampu membuat hati bahagia loh, Mengingat karakternya sebagai kota multi kultur, gak heran jika di sana kamu bisa menemukan beragam sajian lezat dari kultur Melayu, Peranakan, India, dan juga campuran dari semuanya.

Untuk mancari tiket pesawat ke Malaysia, dan tentu saja Kuala Lumpur, kamu bisa mengandalkan Traveloka, yang menyediakan begitu banyak opsi pilihan terbang dengan harga kompetitif. Bahkan, kamu juga bisa menikmati fitur Pay Later, sehingga rencana liburan mu pun dapat dijadwalkan dengan lebih prima.

7 Lokasi Wisata Kuliner Legendari Kuala Lumpur

Berikut adalah daftar tujuh lokasi wisata kuliner terbaik yang bisa kamu coba di Kuala Lumpur.

  1. Wantan Mee di Yulek
    Wantan mee di Yulek adalah opsi terbaik bagi kamu yang tidak berpantang menyantap sajian Peranakan non-halal. Olahan mie ini katanya terasa nikmat berka tpenggunaan saus dan minyak kedelai yang dicampur dengan bawang putih dan bawang merah. Tetapi di atas semua itu, char siew (daging babi barbekyu) dan siew yuk (perut babi panggang renyah) adalah bintang utamanya. Isian wantan, alias wonton atau pangsit rebus, hampir tampak seperti ketinggalan zaman dengan hanya tiga kepingan kecil mengambang di mangkuk sup, tapi di situlah letak kejeniusannya, karena siapa sangka ternyata berisi daging babi panggang yang gurih. Kalau aku yang ini skip hehe, mungkin untuk teman-teman yang tidak berpantangan dengan menu non halal, kuliner legendaris Kuala Lumpur yang satu ini jangan sampai terlewat.
  2. Bersulang di YutKee
    YutKee adalah refleksi kedai kopi Hainan yang dulunya begitu populer di seluruh Malaysia. Koki Hainan dikenal memiliki kemampuan memadukan khazanah kuliner Tionghoa, Malaysia dan kolonial, dengan hidangan seperti roti kaya, mie Hailam, dan daging ayam dengan saus cokelat. YutKee mempertahankan kualitas rasa yang tidak berubah sejak berpuluh-puluh tahun lamanya. YutKee tidak lagi berada di lokasi aslinya (dari tahun 1928), tetapi kini pindah ke lokasi yang lebih besar, lebih baik dan lebih sibuk, namun tetap dengan kualitas rasa yang memukau.
  3. ABC
    kuliner legendaris Kuala Lumpur

    Tidak ada cara yang lebih baik untuk mendinginkan diri di musim kemarau dibandingkan menyantap hidangan penutup es serut di sini. Menu paling favorit adalah Ais Kachang atau ABC (Ais Batu Campur, yang berarti “es campur”). Ini merupakan gunungan es serut dengan kacang manis, biji kelapa, santan, mie beras hijau, dan sirup manis. Jika kamu merasa gerah dan melihat salah satu alat serut es di sisi jalan, berhentilah, karena dengan segera kamu akan merasakan kesejukan yang hakiki di tengah teriknya matahari di Kuala Lumpur.

    Baca juga : Jalan-Jalan ke Negara Tetangga Yuk, Banyak Tempat Wisata Gratis di Malaysia

  4. Hakka mee di Toast and Roast
    Tersembunyi di jalan yang tenang di balik sibuknya kawasan Petaling Jaya, membuat banyak orang bertanya-tanya apakah ada orang yang mencari tempat ini. Faktanya, kamu tidak boleh meremehkannya, karena ternyaat eksistensi kedai sederhana ini telah dicium oleh radar pencinta kuliner di Kuala Lumpur, dan bahkan seluruh Malaysia, Memang membutuhkan usaha sedikit keras untuk menemukannya, namun ketika kamu sudah menyantap char siu yang luar biasa gurih, dan Hakka mee terkenalnya, maka kamu tidak akan bertanya-tanya lagi. Daging babi lengket manis dan mie buatan tangan yang dimasak al dente, menjadikan upaya menjelajah ke lokasi ini terbayarkan dengan impas. Pastikan untuk memesan mie topping ikan goreng renyahnya, dijamin lidah semakin bergoyang.
  5. Bah Kuh Teh di Under the Bridge
    Kawasan Klang, tepat di luar Kuala Lumpur, memiliki sajian bah kuh teh (secara harfiah berarti “teh tulang babi”) sebagai ekspor kuliner terbesarnya. Kombinasi dari ramuan obat-obatan dan potongan daging babi berukuran besar, dimasak harum dan lembut, menjadikannya comfort food non-halal yang luar biasa nikmat. *Lagi-lagi katanya hihi.. Pesanlah iga dan menyantapnya dengan nasi, selada goreng dan donat China yang renyah. Kamu akan berterimakasih telah membaca rekomendasi ini.
  6. Roti canai di Valentine Rotikuliner legendaris Kuala LumpurValentine Roti membuat klaim berani memiliki “roti canai terbaik” di seantero Kuala Lumpur. Tanpa peduli apakah hal tersebut adalah klaim yang provokatif, namun faktanya ratusan orang selalu membanjiri kedai ini setiap harinya. Kamu bisa menyaksikan langsung cara pembuatan roti canai, yang mayoritas baru dibuat ketika pelanggan memesan, sehingga djamin akan merasakan kualitas prima di setiap gigitannya. Apalagi ditambah dengan kari ayamnya yang unik, berisikan suwiran daging ayam, bukan potongan utuh, sehingga nyaman disantap dengan cara mencocolnya.
  7. Hokkien Mee di Mun Wah
    Mencicipi hokkien mee adalah ritual wajib bagi mereka yang penasaran dengan cita rasa Peranakan yang khas. Umumnya hokkien mee disajikan sebagai hidangan non-halal, termasuk di kedai yang selalu ramai di Kuala Lumpur ini. Syarat hokkien mee yang lezat adalah harus berbentuk tebal dan hitam, dimasak dalam lemak babi dan dihiasi dengan bintik-bintik chuyau cha (lemak babi goreng), dan semua itu dimiliki oleh Mum Wah. Datang cepat sebelum matahari terbenam, karena biasanya sajian hokkien mee di sini telah habis menjelang sore.

Jadi sudah siap gengs berburu kuliner legendaris Kuala Lumpur yang menggoda itu? Sharing yuk kalian kalau lagi travelling ke sana kuliner apa nih yang wajib jangan sampai terlewat untuk dinikmati.


Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

11 thoughts on “Berpetualang Rasa di 7 Spot Kuliner Legendaris Kuala Lumpur